7 Pola Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Semua mahluk hidup mengalami interaksi dengan lingkungannya dalam ekosistem. Interaksi antar komponen biotik dan abiotik, interaksi antara komponen biotik dan biotik, dan interaksi antar komponen abiotik menghasilkan variasi ragam dan jenis kehidupan hayati dalam suatu ekosistem. Hal inilah yang fundamental adanya suatu keanekaragaman hayati tingkat ekosistem sebagai tindak lanjut keanekaragaman hayati pada tingkat gen dan jenis. Nah, di kesempatan artikel kali ini akan kita bahas perihal hal ini lengkap dengan contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem di sekitar lingkungan kita.

Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Interaksi dalam ekosistem dilakukan setiap komponen penyusun ekosistem untuk mencapai keseimbangannya. Komponen biotik yang didalamnya termasuk flora, fauna, dan mikroorganisme, serta komponen abiotik ibarat tanah, udara, dan air saling mempunyai perbedaan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Perbedaan inilah yang kemudian membuat perubahan pola interaksi yang ada dan membuat ekosistem yang berbeda-beda pula.

Semua mahluk hidup mengalami interaksi dengan lingkungannya dalam ekosistem 7 Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem sanggup kita saksikan dari adanya banyak sekali ekosistem dengan komponen penyusunnya yang saling berbeda satu sama lain.

1. Ekosistem Lumut

Ekosistem lumut ialah ekosistem yang didominasi tumbuhnya tanaman lumut dan binatang berbulu tebal. Faktor abiotik yang mempengaruhi lahirnya ekosistem ini ialah suhu yang rendah dan kelembaban udara yang tinggi. Keberadaan ekosistem lumut sendiri terletak di sekitar kawasan kutub sub tropis atau di puncak gunung yang tinggi.

2. Ekosistem Hutan Berdaun Jarum

Sesuai namanya, ekosistem hutan ini didominasi oleh tanaman yang mempunyai daun berbentuk ibarat jarum, ibarat pohon cemara atau pinus. Daun pada tanaman tersebut merupakan bentuk dari interaksi tanaman dengan kondisi lingkungan (faktor abiotik) yang dingin. Sementara binatang yang biasanya hidup di ekosistem ini ialah beruang dengan bulu yang tebal.

3. Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem paling tinggi dimiliki oleh hutan hujan tropis. Sesuai namanya, ekosistem ini terletak di kawasan tropis yang mempunyai curah hujan tinggi. Berbagai jenis tanaman epifit, lumut-lumutan, serta pepohonan tinggi hidup di ekosistem ini. sedangkan hewan-hewan yang hidpu di antaranya kera, burung, dan reptil.

4. Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem ini didominasi oleh tumbuhnya rerumputan pada kawasan yang sangat luas. Rerumputan yang kemudian mengundang para herbivora ibarat mamalia besar ini juga didominasi oleh para karnivora yang memburu pemakan tumbuhan. ekosistem ini sanggup hadi di kawasan dengan iklim kering pada ketinggian sekitar 4000 meter di atas permukaan laut.

5. Ekosistem Padang Pasir

Sering juga disebut ekosistem gurun. Ekosistem ini mempunyai karakteristik di antaranya suhu yang tinggi, angin yang kencang, beriklim panas, serta jarangnya hujan. Ekosistem ini ditinggali bermacam-macam tanaman dan fauna dalam tingkat keragaman rendah. Tumbuhan yang hidup ialah tanaman berduri, sedangkan binatang yang hidup ialah reptilia dan mamalia kecil.

6. Ekosistem Pantai

Ekosistem pantai didominasi oleh gugusan barring tonia dan pes caprae yang berbentuk pohon atau perdu. Hewan yang hidup diantaranya burung pantai, kepiting, serangga, dan bermacam-macam moluska pantai.

Nah, demikianlah beberapa pola keanekaragaman hayati tingkat ekosistem yang menjadi keunikan tersendiri untuk kita amati. Masing-masing ekosistem mempunyai karakteristik tersendiri pada setiap komponen penyusunnya. Dengan kata lain, keanekaragaman hayati tingkat ekosistem sanggup diartikan sebagai keanekaragaman yang timbul akhir interaksi antar komponen dalam ekosistem. Salam.

0 Response to "7 Pola Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel