Menyimpulkan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Karya Sastra

Materi UNBK Bahasa Indonesia - Karya sastra seperti novel, cerpen dan drama memiliki nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil sebagai pelajaran. Nilai-nilai kehidupan karya sastra tersebut tampak dalam unsur ekstrinsik.


Unsur ekstrinsik karya sastra sebagai berikut:

1. Nilai Kehidupan Masyarakat
a. Nilai moral adalah pesan moral dari perilaku tokoh, baik atau buruk dari tingkah laku. Nilai moral berkaitan dengan nilai religi.
b. Nilai estetika adalah keindahan yang melekat pada karya sastra, misalnya diksi, pengkalimatan, dan penggunaan alur variatif
c. Nilai sosial budaya adalah cerminan aspek sosial budaya suatu daerah dalam suatu karya sastra.

2. Riwayat, Sikap, dan Pandangan Pengarang
Karya sastra dibuat berdasarkan ide, gagasan, dan kreativitas pengarang. Riwayat pendidikan, riwayat keluarga serta sikap dan pandangan pengarang akan memengaruhi terbentuknya sebuah karya sastra.

3. Latar Belakang Sosial Budaya Masyarakat
Sebuah karya sastra mencerminkan aspek sosial budaya suatu daerah tertentu. Sebuah novel atau cerpen dapat diibaratkan sebagai potret keadaan atau gambaran aktivitas masyarakat tersebut.

Contoh Soal dan Pembahasan Menyimpulkan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Karya Sastra


1. Perhatikan puisi berikut!
         Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
caya Mu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintu-Mu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Nilai religi yang terdapat dalam puisi tersebut adalah….
A. Seseorang yang berdoa kepada Tuhan hanya pada saat susah
B. Seseorang yang memohon kepada Tuhan karena merasa berdosa
C. Seseorang yang memohon dibukakan pintu oleh Tuhan karena mengembara
D. Seseorang yang kembali kepada Tuhan setelah melupakan Tuhan dalam hidupnya
E. Seseorang yang berusaha untuk mengingat-ingat Tuhan setelah melupakan Tuhan
Jawaban : D

2. Perhatikan cerpen berikut!
       “Tahukah kamu, Mang,” jelas Zen, “Pak-pak dus susu yang berjejer di etalase toko Bu Surti tadi, sebetulnya tinggal bungkusnya saja. Tak sengaja tersenggol tanganku, dan bungkus yang ringan itu berjatuhan. Ternyata itu kamuflase supaya orang menganggap usahanya tetap jalan. Bu Surti terperangah. Untung luput dari perhatian orang yang belanja.”
       “Karena itu, kutunda minta tagihan minggu lalu,” tambah Minareli.
Dan Zen kemudian mengusap matanya. “Aku ingat ibuku. . . Beliau dulu pernah begitu.”

Nilai moral yang terdapat dalam kutipan kutipan cerpen tersebut adalah….
A. selalu mengingat orang tua
B. menghormati orang yang lebih tua
C. tidak tega kepada orang yang lebih tua
D. peduli kepada orang yang sedang kesulitan
E. berpura-pura sedang tidak mengalami kesulitan
Jawaban : D

Baca Juga : Memaknai Isi Tersurat dalam Karya Sastra (Lengkap materi + Soal)

3. Perhatikan kutipan novel berikut!
       Aku memandangi langit-langit puskesmas. Cecak-cecak yang tadi bergerak-gerak, diam menyimak Enong.
       “Janganlah berputus asa. Lihatlah Kakak, ni, dari kecil Kakak susah. Cobaan datang bertubi-tubi, tapi mana pernah Kakak patah harapan. Tak pernah! Hidupmu ini harus tabah. Memang benar badanmu pendek, tapi mukamu tak jelek-jelek betul. Paling tidak, kau lihai berbahasa Inggris!”

Nilai moral dalam kutipan novel tersebut adalah….
A. berusaha menyibukkan diri untuk melupakan masalah agar tidak menjadi beban pikiran
B. pantang menyerah dan berusaha dengan sungguh-sungguh demi mencukupi kebutuhan hidup
C. di balik kekurangan seseorang pasti ada kelebihannya sehingga harus pantanng menyerah
D. bersikap tegar, tabah, sabar dan ikhlas dalam menghadapi masalah hidup yang dialami
E. menuruti apapun nasihat seorang kakak demi masa depan yang lebih baik
Jawaban : C

4. Perhatikan kutipan novel berikut!
       Ternyata keluarga Haji Bakir tidak pernah memperlakukan Karman sebagai pembantu rumah tangga yanng sebenarnya. Anak itu diberi kesempatan menamatkan pendidikannya di sekolah rakyat yang sudah dua tahun ditinggalkannya. Pekerjaan yang diberikan kepada Karman adalah pekerjaan sederhana yang bisa diselesaikan oleh anak seusianya; mengantarkan makanan bagi orang yang sedang bekerja di sawah, menyapu rumah dan halaman, memelihara ikan di kolam, dan melayani si manja Rifah. Si bungsu bertambah ceria. Sekarang di rumahnya tinggal seorang anak yang harus mau disuruhnya mencari bulu jagung untuk membuat boneka, mengumpulkan buah saga untuk bermain pasar-pasaran. Atau terjun ke air jika bola Rifah masuk ke kolam. Namun karena hendak menolong Rifah, Karman pernah mengalami kejadian yang hanpir mencelakakan dirinya

Nilai sosial dalam kutipan novel tersebut adalah….
A. membantu keluarga mengerjakan pekerjaan rumah
B. membantu membiayai kebutuhan hidup orang lain
C. menolong orangn lain dengan penuh pengorbanan
D. menolong keluarga yang membutuhkan bantuan
E. memberikan sesuati yang terbaik untuk keluarga
Jawaban : C


1 Response to "Menyimpulkan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Karya Sastra"

  1. permisi min numpang share ya :)
    Hayyy guys...
    sedang bosan di rumah tanpa ada yang bisa di kerjakan
    dari pada bosan hanya duduk sambil nonton tv sebaiknya segera bergabung dengan kami
    di DEWAPK agen terpercaya di add ya pin bb kami D87604A1 di tunggu lo ^_^

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel